Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Sepanjang 2012, Timnas Indonesia Baru 3 Kali Menang


Sejumlah anggota Tim Nasional Indonesia, Syamsul Arief, Hendra Bayaw, asisten pelatih Fabio Oliviera, Irfan Bachdim, saat melakukan latihan di lapangan sepak bola kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (1/6/2012). Timnas senior Indonesia baru menang 3 kali sepanjang 2012.

Kemenangan lima gol tanpa balas atas Brunei Darussalam menjadi pelepas dahaga tim nasional Indonesia. Itu kemenangan pertama sejak tim "Merah Putih" mengalahkan Mauritania pada Turnamen Al-Nakbah di Palestina, Mei silam.
Setelah meladeni Mauritania, Indonesia menjalani delapan laga, termasuk melawan Brunei Darussalam. Dari delapan pertandingan itu, tim "Garuda Pancasila" meraih satu kemenangan, tiga kali imbang, dan empat kekalahan. Total, sepanjang tahun ini, timnas Indonesia telah menjalani 15 laga, baik partai resmi maupun uji coba. Tiga kemenangan didapat timnas dari seluruh pertandingan itu.
Hasil-hasil Pertandingan Timnas Indonesia Selama 201224/2/2012 Indonesia 0-1 Persebaya (uji coba)
29/2/2012 Indonesia 0-10 Bahrain (resmi)
18/3/2012 Indonesia 2-2 Persepar (uji coba)
30/9/2012 Indonesia 0-3 Persijap (uji coba)
3/5/2012 Indonesia 8-0 PPSM (uji coba)
11/5/2012 Indonesia 1-1 Persiba Bantul (uji coba)
17/5/2012 Indonesia 2-0 Mauritania (turnamen non-agenda FIFA)
19/5/2012 Indonesia 1-1 Iraq Kurdistan (turnamen non-agenda FIFA)
22/5/2012 Indonesia 1-2 Palestina (turnamen non-agenda FIFA)
26/5/2012 Indonesia 2-4 Inter Milan (uji coba)
5/6/2012 Indonesia 2-2 Filipina (resmi)
4/8/2012 Indonesia 0-5 Valencia (uji coba)
10/9/2012 Indonesia 0-2 Korea Utara (resmi)
15/9/2012 Indonesia 0-0 Vietnam (resmi)
26/9/2012: Indonesia 5-0 Brunei Darussalam (resmi)

Sumber: Kompas.com

Selasa, 25 September 2012

Kasihan La Nyalla dan Simpatisannya…



Kenapa ane ambil sebagai judul di atas?
Mari kita flash back sebentar tentang pernyataan2 Bapak satu ini. Inilah fakta yang tak terbantahkan:
  • La Nyalla menyatakan bahwa akan menggelar KLB jika Djohar Arifin memasukkan 6 tim yang katanya gratisan. Isu inilah yang beliau angkat sebagai dasar menggelar KLB, karena Djohar Arifin melanggar statuta Kongres Bali yang menyatakan berisi 18 klub ISL. Nyatanya? IPL dan ISL selesai, kenapa La Nyalla masih ngotot mau menggulingkan Djohar Arifin

  • La Nyalla menyatakan bahwa Djohar Arifin tidak legitimate setelah adanya KLB Ancol yang mengangkat dirinya sebagai Ketum PSSI. Nyatanya, FIFA tidak mengakui hasil KLB Ancol, dan doi sendiri dalam menjawab surat teguran AFC bertandatangan dengan “On Behalf of KPSI“..  Kasihan beliau tidak pede dengan jabatannya yang diemban setelah KLB Ancol.

  • La Nyalla melarang pemain ISL dengan alasan bukan agenda FIFA, nyatanya doi malah ditegur oleh AFC, dan doi sendiri menjawab dengan surat cinta yang sampai saat ini tak berbalas.

  • La Nyalla nekat membentuk timnas tandingan di Malang, lha nyatanya cuman joging doang dan dibubarkan sampai hari Jumat depan. Mari kita tunggu, apakah Jumat depan timnas ini latihan joging lagi…hehe….

  • La Nyalla menyatakan bahwa wewenang PSSI telah diambil alih oleh JC, sehingga pembentukan timnas pun harus lewat JC. Nyatanya, AFC dengan tegas menyatakan bahwa kewenangan timnas adalah domain PSSI, tugas JC adalah mengharmonisasi jika ada pemain ISL yang dilarang bergabung di timnas. Bukan sama sekali tugas JC untuk memilih pelatih maupun pemain timnas.

  • AFC memerintahkan agar 4 EXCO dikembalikan posisinya semula, tujuannya agar apa? supaya masalah internal di PSSI dibicarakan di dalam, bukan berkoar2 di media dengan memilintir berita. Artinya lagi, AFC memandang bahwa La Nyalla hanyalah anggota EXCO biasa yang harus dengan etikanya menyampaikan pendapat sebagai EXCO di dalam naungan PSSI..!!

  • La Nyalla berkoar, bahwa doi menerima kembali sebagai anggota EXCO karena diperintah oleh AFC dan demi keutuhan sepakbola nasional… iiihhh, nggak banget dech..!! Bukannya pernyataan ini hanya ungkapan demi menutupi PERASAAN MALU saja, setelah AFC hanya menganggap LA Nyalla sebagai anggota EXCO biasa saja?
Dan berikut kasihan ane buat simpatisannya, cekidot:
  • Djoko Driyono membuat wacana bakal menggelar ISL Bulan November, lha nyatanya malah diundur sampai tahun depan, artinya apa? Duit Bakrie tidak ada untuk menggelar ISL bulan November.

  • Sebagian besar Aremania membela mati2an Arema ISL dan KPSI, lha nyatanya Arema mau dimerger oleh Pelita…, nah tuh… Aremania dikibulin mentah2 ente2 pade sama pengurus Arema ISL, padahal suara arus di bawah menginginkan Arema ISL dan Arema IPL bersatu lagi..

  • Justin menginginkan Timnas KPSI sebagai tim utama timnas Indonesia, dan sebagai pelengkap hanya Andik dan Bachdim saja yang menurut Justin pantas dibawa…, lha nyatanya Nil Maizar belum ada pemikiran akan memanggil pemain ISL. Bahkan Opa Riedle sampai saat ini tidak kedengaran khabarnya…
Menarik untuk ditunggu manakala AFC memutuskan ISL berada di bawah yurisdiksi PSSI, akankah ISL akan digelar oleh PT.LI? dan akankah Djoko Driyono tetap bertahan di PT.LI jika hasil audit oleh PSSI mengenai keuangan PT.LI sudah keluar…??
Note: siap2 bedak gatel2 dech…
Wallahu Alam,
salam olahraga

Sumber: kompas.com

Sabtu, 22 September 2012

Kongres PSSI Digelar Akhir 2012


Tribunnews.com
Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
JAKARTA - PSSI akan menggelar kongres PSSI sebelum akhir tahun 2012 sebagaimana diamanatkan Nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) yang disepakati PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada pertemuan dengan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012)
Agenda utama kongres tersebut adalah pengesahan revisi statuta PSSI. Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, mengungkapkan, JC telah menunjuk badan pekerja yang beranggotakan Saleh Mukadar, Catur Agus Saptano, Hinca Panjaitan, dan Togar Mahanan Nero untuk merumuskan revisi statuta PSSI. Halim menjelaskan, tugasnya adalah menyiapkan teknis penyelenggaraan kongres tersebut.
"Kita sudah terlalu banyak melanggar statuta sehingga sepak bola kita semrawut. Agenda kongres akan dikonsultasikan untuk memperoleh persetujuan AFC dan FIFA. Namun, untuk kongres masih harus banyak yang dipersiapkan. Saat ini kita belum bisa bicara soal itu. Kita juga belum mau memastikan kapan digelar, yang jelas sebelum akhir tahun 2012," jelas Halim kepada wartawan di Hotel Sultan, Jumat (21/9/2012).

Selasa, 08 November 2011

Real Madrid Buka Sekolah Sepak Bola di Sidoarjo



        Bocah Sidoarjo berkesempatan untuk menjadi pemain sepak bola andal bertaraf internasional. Kesempatan tersebut bisa terwujud setelah rombongan dari Real Madrid Foundation (RMF) datang ke Sidoarjo untuk menggelar kerja sama pembukaan sekolah sepak bola di Pendopo Kabupaten, Selasa (8/11/2011).
      Rombongan RMF datang dengan dipimpin langsung oleh Director of Internasional Project Corporation SSB Real Madrid Foundation, Mrs Rosa Gemenez Rosa. Dia didampingi oleh perwakilan Ketua Liga Pendidikan Indonesia Herman Ago, Cristin, perwakilan Real Madrid Indonesia DR Imam Syafi`I serta perwakilan dari PSSI, Rosyid Mardani.
       Dalam kunjungannya ke Sidoarjo, RMF berkeinginan membuka Social Sport School Real Madrid Foundation (SSSRMF). Sidoarjo dipilih sebagai tempat SSSRMF karena memiliki potensi besar dalam pengembangan bidang olah raga, terutama sepak bola. Selain Sidoarjo, SSSRMF berencana membuka cabang di enam kota lainnya di Indonesia.
“Prioritas utama siswa yang bakal didampingi SSSRMF dari korban bencana, keluarga tidak mampu dan miskin,” tutur Rosa. Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, HMG Hadi Sutjipto, menyambut baik kerja sama yang dilakukan SSSRMF dengan Pemkab Sidoarjo. Pasalnya, pendampingan yang dilakukan bisa mengangkat citra Sidoarjo dan masyarakat pada umumnya, terutama keluarga miskin.
        “Siswa dari keluarga miskin bisa dibina dalam sepak bola. Diharapkan setelah dibina dalam sekolah sepak bola nantinya tidak miskin lagi,” ungkapnya.
        Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Sidoarjo Pemkab Sidoarjo merangkul beberapa SKPD untuk diteruskan ke masyarakat, di antaranya, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, dan Dinas Kesehatan untuk menyosialisasikan program ini, mulai dari siswa SD sampai dengan SMA. Hanya saja, Sutjipto mengaku belum mengetahui pola perekrutannya.
“Itu yang belum bisa kami ketahui bagaimana polanya. Yang jelas Pemkab Sidoarjo membuka pintu lebar-lebar untuk mencetak pemain andal. Alhamdulillah kalau nantinya sampai direkrut dan main di Real Madrid,” tandasnya. (MIF)

Jumat, 04 November 2011

Buat Lawan Hafal 'Indonesia Raya'



Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng mengukuhkan kontingen Indonesia yang akan berlaga di SEA Games XXVI Jakarta dan Palembang di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (4/11/2011).     
"Pada hari ini seluruh rakyat Indonesia memberikan dukungan kepada kalian (para atlet). Berjuanglah untuk mengharumkan nama bangsa," ujar Andi yang juga didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo pada acara Peresmian dan Kebulatan Tekad Kontingen Indonesia itu.     
Bertanding di Tanah Air sendiri harus dijadikan kekuatan bagi para atlet untuk mengalahkan lawan-lawannya, kata Andi. "Latihan keras serta penggemblengan yang telah dilakukan harus berbuah kemenangan. Kita harus menang di Tanah Air sendiri," ujarnya penuh semangat.
Andi berharap kontingen Indonesia dapat memenangkan banyak pertandingan sesuai dengan target yang diinginkan, yakni 155 medali emas. "Buat lawan-lawan hafal lagu 'Indonesia Raya' karena saking seringnya lagu itu dikumandangkan," katanya.     
Acara pengukuhan tersebut dihadiri 650 atlet dari cabang olahraga yang akan bertanding di Jakarta. Total atlet yang akan berlaga di SEA Games yakni 1.582 atlet dan ofisial.     
Sebagian atlet tidak bisa mengikuti acara pengukuhan tersebut karena akan bertanding di Palembang. Ada pula yang masih di luar negeri menyelesaikan latihan dan sebagian lagi sudah ada yang mencoba lapangan baru di Palembang untuk penyesuaian diri.     
Di Jakarta akan dipertandingkan 24 cabang olahraga SEA Games, yakni panahan,  renang perairan terbuka (open water swimming), bulu tangkis, basket, boling. Juga canoing, balap sepeda, berkuda, anggar, sepak bola, futsal, golf, judo, karate, paragliding, pencak silat, layar, rowing, kempo, tenis meja, taekwondo, traditional boad race (TBR), vovinam, dan wushu.



Rabu, 02 November 2011

Ketika Arsenal Berkehendak

             Lima belas menit sebelum boarding pesawat dari London menuju Jakarta, telepon Nina Raganatha, Manajer Operasional Sekolah Sepak Bola Indonesia, berdering. Telepon itu dari Ben Corbyn, pelatih kepala di Pusat Pengembangan Arsenal, Klub Sepak Bola Arsenal, Inggris.

             ”Ben meminta Fahmi dan Rangga tinggal di sini, mengikuti uji coba dua hingga enam pekan di Arsenal,” kata Nina seusai telepon dimatikan.
Semua ternganga, terutama 18 anak Tunas Garuda Indonesia yang telah menghabiskan waktu sepekan untuk berlatih dan bertanding di ”kamp” Arsenal. Striker Tunas Garuda Nazarul Fahmi dan penjaga gawang Rangga Pratama, dua orang yang disebut Corbyn, lebih melongo lagi. Bingung.
Jadi? ”Iya, Ben minta Fahmi dan Rangga kembali lagi, berlatih di Pusat Pengembangan Arsenal. Nanti kalian menginap di rumah Ben, semua ditanggung,” kata Nina.
          Lalu, siapa yang akan menemani Fahmi dan Rangga? Diputuskanlah Pelatih SSI Abdul Malik Karim Usup. Nina pun lantas menghubungi petugas Emirates, memohon agar koper Fahmi, Rangga, dan Usup bisa dikeluarkan lagi dari bagasi pesawat. Tidak mudah, tentunya.
Nina ngotot menjelaskan, tawaran Arsenal ini kesempatan langka bagi Fahmi dan Rangga, dua pemain berbakat yang masih berusia 15 tahun. Kesempatan ini adalah kebanggaan bagi Indonesia. Akhirnya, Emirates menyerah.
         Terjadilah drama perpisahan di Bandara Heathrow, London. Semua awak Tunas Garuda bangga, dua teman mereka kembali akan berlatih di Arsenal. ”Saya juga tidak tahu mengapa mereka mendadak sekali memberi tahu. Padahal, setelah pertandingan Jumat itu, kita masih punya waktu sehari di sini,” ujar Nina.
         Sebelumnya, pada Jumat (28/10), Rangga, Fahmi, dan gelandang Dani Raharjanto diminta memperkuat tim Arsenal U-15 untuk bertanding melawan Wycombe Wanderers dan Brighton & Hove Albion, tim divisi II di Inggris. Pada laga melawan Wycombe, Dani mencetak satu gol untuk Arsenal.
Fahmi, Rangga, dan Dani dinilai tim pelatih Arsenal punya keterampilan individu yang sangat bagus sehingga sayang jika tidak didukung. Jika kini Rangga dan Fahmi yang diminta tinggal, Dani akan mendapat giliran berikutnya. ”Pada dasarnya ketiganya bisa masuk akademi di Arsenal yang tentu ada persyaratannya,” ujar Nina yang mendampingi tim Tunas Garuda mulai saat perekrutan, pelatihan di SSI, pelatihan di Arsenal, sampai pulang ke Tanah Air.
          Menurut Corbyn, anak-anak Tunas Garuda tidak hanya berpotensi dalam hal bermain bola, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku baik. ”Mereka bagus, tidak main-main, berdisiplin, dan bersemangat dalam berlatih. Mereka ceria dan sangat mencintai sepak bola. Sikap baik ini adalah modal,” tuturnya.
Fahmi mengerti betul potensi yang ia miliki. Bukan langkah mudah bagi ia untuk sampai pada titik ini. Ia pernah beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak dalam berbagai kompetisi sepak bola hingga level Asia Tenggara. Untuk mengikuti seleksi Tunas Garuda, ia terbang dari Bireuen, Aceh, ke Medan bersama ibu dan kakaknya.
         Dari seribuan peserta di Medan, hanya empat yang terpilih, termasuk Fahmi, untuk masuk tim 36 Tunas Garuda. Dari empat anak itu pun, tiga lainnya tidak diikutkan dalam tim 18 sehingga hanya Fahmi satu-satunya wakil Medan.
         Menurut Usup, program perekrutan pemain sepak bola yang paling efektif sebetulnya lewat kompetisi. Namun, tidak terduga, dengan penjaringan ala pencarian bakat kontes menyanyi seperti ini diperoleh bibit-bibit muda berbakat.
         Sebelum berangkat ke London, Tunas Garuda bertanding melawan empat tim dan semuanya menang. Pada saat Tunas Garuda bertanding melawan tim Arsenal U-17 dan Arsenal U-15, Senin dan Rabu (26/10), sejumlah penonton berdecak kagum. ”Mereka tim nasional dari Indonesia?” tanya seorang penonton. ”Bukan? Oh, lalu setelah ini mereka ngapain? Tidak jelas? Oh sayang sekali,” sambung Jamal Jamoul yang asli Libya itu.
         Penonton lain menyahut, ”Lalu, timnas Indonesia seperti apa? Apakah mereka tidak ikut dalam kompetisi di Indonesia?” tanyanya kepada Kompas.
         ”Tunas Garuda hanya sebuah program? Oh.... Saya mengerti, mengapa Indonesia selalu kalah ya di Asia, padahal punya modal sebagus ini,” ujarnya. Nah, kan? (Susi Ivvaty dari London)
< img border="0" src="http://imageshack.us/photo/my-images/440/7c2c5e4ac4248725101bd50.png" />

Rahmad: Pertahankan Apa yang Kita Punya

            Meski waktu untuk berlatih sangat minim, Tim Nasional U-23 tetap melakukan latihan dengan maksimal, Rabu (2/11/2011). Pelatih Rahmad Darmawan menjelaskan latihan hari ini lebih dititikberatkan kepada permainan efisien, satu sama lain dan saling mendukung. Ini dilakukan agar latihan tidak menguras fisik.
"Persiapan tinggal terus mempertahankan yang sudah kita punya," katanya kepada wartawan seusai latihan di Lapangan C Senayan.
Rahmad menjelaskan kondisi seluruh pemain terbilang baik. Hanya Mahardiga Lasut yang masih terbelit dengan cedera. Pemain Mitra Kukar tersebut diberitakan menderita cedera pada belakang pinggulnya.
"Dirga Lasut kita tangani secara khusus karena cederanya. Sementara Egi lumayan membaik dan sudah mulai gabung dengan tim utama," tutur Rahmad.
Latihan kali ini juga tak diikuti oleh Oktovianus Maniani. Rahmad mengatakan, Okto ijin tidak ikut latihan untuk menghadiri pemakaman adiknya.
"Kamis sudah pesan tiket untuk dia, jadi tidak ada masalah. Kita akan lihat kondisi terakhir Okto," tambahnya.

 
Design by Alim Yuandia | Bloggerized by Indonesia Negriku | Alim Yuandia
Kode Follower supported by Tutorial Blog
^ Scroll to Top