Rabu, 26 September 2012

Di Balik Kekurangan, Ada Kelebihan

1348574295699671221
seruu.com

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak sempurna. Selalu memiliki kekurangan yang membuat dirinya tidak sempurna. Kekurangan yang membuatnya menjadi “sempurna”. Tanpa kekurangan itu, manusia akan menjadi makhluk sempurna.
Kekurangan dan kelebihan ibarat dua sisi mata uang yang selalu berpasangan satu sama lain. Selalu terikat satu sama lain dan tidak terpisahkan. Kekurangan dan kelebihan adalah anugerah buat diri manusia. Dengan adanya mereka, kita menyadari bahwa kita membutuhkan orang lain agar menjadi sempurna. Dengan sebab itulah manusia diciptakan untuk saling mengisi dan saling melengkapi.
Sebagai manusia, terkadang kita merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain. “Kok dia ganteng sih, dan gue jelek?” atau “Kok dia hidungnya mancung sih, dan punya gue pesek?”. Itulah pertanyaan normal manusia. Merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan ingin dirinya seperti orang lain. Menjadi sama seperti orang lain akan membuat dirinya bahagia. Tapi,apakah benar bahagia?
Tuhan telah menciptakan kita dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kalaupun ada orang lain yang dilahirkan dalam keadaan cacat, itu bukanlah berarti Tuhan tidak adil. Tuhan telah memberikan karunia yang lebih kepada dirinya di bagian yang lain, yang kadang tidak kita sadari.
Orang yang dilahirkan dengan kebutaan bukan berarti dia cacat. Justru Tuhan telah memberikannya karunia lebih, berupa pendengaran yang lebih tajam atau modalitas kinestetik yang lebih dominan. Inilah “keadilan Tuhan” yang sering kita tidak sadari. Bahwa setiap kita telah diciptakan dengan porsinya masing-masing.
Kenapa mesti minder?
Kita tidak perlu minder ataupun malu dengan keadaan kita. Di balik kekurangan, pasti ada kelebihan. Contohnya, para pemain bola yang cebol. Kalau mereka merasa minder dengan kekurangannya, itu adalah hal yang wajar. Tapi mereka tidak terlarut dengan kekurangan itu. Justru mereka melihat kelebihan yang ada di diri mereka.
Tahukah kamu berapa tinggi Lionel Messi? Ia cukup pendek untuk ukuran pesepak bola. Tingginya hanya 1,69 meter. Tapi jangan tanya prestasinya. Ia telah memenangi penghargaan pemain terbaik dunia. Itu hanya salah satu penghargaan dari sekian banyak penghargaan yang ia dapatkan.
Apa kelebihan messi di balik kekurangannya itu? Kecepatan, kelincahan, teknik tinggi. Pemain-pemain yang pendek seperti dirinya beruntung karena dikaruniai kelincahan. Dengan kelincahannya, ia bisa melewati pemain belakang yang rata-rata berpostur tinggi besar. Sebuah kelebihan yang dimaksimalkannya hingga ia bisa menjadi seorang juara.
Jika kita berkaca pada Messi, kita bisa mencontoh dirinya. Bisa menengok sebentar ke dalam diri kita. Apa kekurangan kita, apa kelebihan yang bisa kita maksimalkan. Pasti ada kelebihan yang tersembunyi di balik kelemahan kita. Kita hanya perlu menyadari, melatihnya dan memaksimalkannya. Agar kelebihan kita bisa membuat kita menjadi “juara”, seperti Lionel Messi.
Tak perlulah lagi, kita menangisi kekurangan kita. Melihat pada diri orang lain, betapa beruntungnya mereka dengan apa yang mereka punya. Melihat orang lain dan ingin menjadi seperti mereka. Kita adalah diri kita sendiri. Yang tahu kekurangan dan kelebihan diri adalah kita sendiri. Kitalah yang menentukan. Setiap diri pasti bisa memaksimalkan kelebihan yang ia miliki.
Selamat malam dan salam semangat

Bahasa Indonesia Kita: Orisinil Apa KW?

Bahasa itu dinamis. Penyerapan bahasa-termasuk juga bahasa Indonesia-merupakan keniscayaan yang telah berlangsung lama. Kemunculan awal bahasa Indonesia tak lepas dari budaya serap masyarakat Melayu terhadap bahasa serumpun. Sebut saja beberapa kata misalnya: tanpa (jawa), godok (jawa dan sunda), karsa (jawa), gembleng (jawa), sarjana (jawa), wejangan (jawa), kolot (sunda), dan nyeri (sunda). Bahasa rumpun Melayu yang ada di wilayah Indonesia sangat besar pengaruhnya dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Induk bahasa Indonesia (Melayu Riau) telah mengalami perkembangan yang pesat waktu demi waktu hingga kita temukan sekarang ini. Dalam perkembangan bahasa selanjutnya, proses penyerapan juga dipengaruhi dari bahasa asing. Sebut saja bahasa Inggris dan Belanda. Misalnya kata administrasi (Belanda: administratie), kapten (Belanda: kapitein), pipa (Belanda: pijp), kalkulator (Inggris: calculator), helm (Inggris: helmet), sains (Inggris: scence).
Globalisasi juga menyebabkan adanya hierarki kebahasaan. Bahasa dan masyarakat adalah dua hal yang tak terpisahkan. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa tak bisa lepas dari nuansa politik ideologis. Misalnya keberhasilan hegemoni Barat atas Turki tampak oleh kebijakan pendidikan nasional negara itu pada tahun 1928 dengan dihapuskannya pelajaran bahasa Arab dan Persia di sekolah-sekolah. Efek globalisasi memberi peluang munculnya alasan politik, ekonomi dan kekuasaan kepada terjadinya proses saling serap antar berbagai bahasa manapun di dunia. Pola interaksi yang didekatkan oleh praktisnya telekomunikasi antar benua semakin mendorong terjadinya akulturasi budaya yang pada akhirnya merambah ke ranah bahasa. Muncul hegemoni bahasa yang secara tidak langsung meminggirkan posisi bahasa Indonesia, bahkan oleh warga Indonesia sendiri.
Pada masa dulu, sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia dianggap sebagai solusi final yang bisa menyatukan keragaman suku dan bahasa yang ada di seluruh wilayah NKRI. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (tahun 2008) telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia. Dari keragaman itu, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia.
Namun, dewasa ini praktik penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari (baik lisan ataupun tertulis), telah mengalami perkembangan yang super cepat dan bahkan bisa dibilang melenceng jauh dari aturan ketatabahasaan yang dicanangkan pemerintah (EYD). Lihat saja bagaimana cara orang Jakarta berbahasa Indonesia. Atau media televisi yang tak sungkan menyajikan tayangan yang jauh dari aturan bahasa. Mulai dari bahasa prokem (bahasa gaul) yang tenar pada tahun 1999 hingga bahasa alay yang sedang in belakangan ini, yang merasuk mayoritas pemuda Indonesia turut memperparah penggunaan bahasa Indonesia secara semena-mena. Jika gelombang penyimpangan berbahasa ini dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa akan kehilangan keorisinilannya. Penggunaan dan perkembangan bahasa yang membabi buta justru bisa membawa bahasa Indonesia jauh dari bentuk aslinya (baku).
Hal ini juga selaras dengan definisi kesalahan berbahasa oleh Tarigan yang mengungkapkan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia adalah penggunaan bahasa Indonesia secara lisan maupun tertulis, yang berada di luar atau menyimpang dari faktor-faktor komunikasi dan kaidah kebahasaan dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan kekeliruan berbahasa (mistake) yang temporer dan bisa dimaafkan, kesalahan berbahasa (error) bersifat massal, akut dan cenderung sulit diperbaiki. Baik dalam tataran fonologi, morfologi, sintaksis, wacana atau semantik. Biasanya terjadi karena penyimpangan kaidah bahasa.
Kalau sudah demikian, betapa repotnya orang-orang yang mengurusi bahasa dan mengidentifikasi kaidah bahasa berikut kosakatanya. Dalam pengantar Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008) PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit mengatakan bahwa KBBI sejak terbit pertama kali tahun 1988 telah mengalami penambahan lema yang sangat banyak dan bahkan dapat dikategorikan penambahan yang fantastis. Jumlah seluruh data yang dimasukkan pada edisi keempat adalah 90.000 lema (masukan data berupa kata).
Celakanya lagi, hegemoni kapitalisme yang merongrong eksistensi bahasa induk, diperparah dengan berkembangnya stigma yang merendahkan bahasa nasional yang ditampilkan oleh berbagai media di tanah air. Para pejabat dan artis gemar mengucapkan kalimat-kalimat berbau asing-misalnya bahasa Inggris-atau penggunaan bahasa Indonesia yang salah kaprah-dan tidak ada yang memprotes tentang hal itu-yang akan menaikkan derajat mereka di mata khalayak. Dan paradigma yang berkembang mengiyakan hal itu. Akankah kita kembali kehilangan identitas bangsa yang dulu dibangga-banggakan? Kapan bahasa Indonesia akan diakui kalangan Internasional? Beberapa dekade lalu kita banyak mengirim guru dan dosen bahasa Indonesia untuk mengajar di kampus-kampus luar negeri. Universitas di Australia, Belanda, Jerman dan Ukraina membuka program S-1 dan S-2 bahasa Indonesia. Namun setelah bom bali peminat bahasa Indonesia turun drastis. Siapa lagi yang membangkitkannya?
Melihat berbagai hal diatas, seharusnya kita aware bahwa tugas mempertahankan identitas murni bangsa bukan hanya di tangan pemerintah. Apalagi selama ini langkah strategis yang dijalankan kurang massif pengaruhnya. Perlu ada langkah berkesinambungan dari berbagai pihak untuk mempelopori upaya pengembalian kemurnian bahasa Indonesia. Langkah berikut bisa dijadikan acuan. Pertama, peran pemerintah (Badan Bahasa atau instansi lainnya) agar lebih aktif mensosialisasikan penggunaan bahasa yang baik dan benar secara massal dan kontinyu. Bukan hanya dengan Kongres Bahasa yang ‘cuma’ diadakan lima tahun sekali. Bila perlu buat regulasi penggunaan bahasa Indonesia di berbagai wilayah komunikasi massa baik lisan atau tulisan.
Kedua, media massa harus memberikan teladan yang baik dan benar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai model yang bisa menjadi pembelajaran masyarakat dalam rangka tanggung jawab sosialnya. Dalam arus jaman yang semakin melek teknologi, media merupakan alat belajar paling vital bagi masyarakat sekarang ini.Ketiga, kalangan intelektual dan kaum cendekiawan harus aktif dan berperan serta dalam membimbing dan mengajak masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah ketatabahasaan sehingga mereka tahu dan dengan sendirinya akan terbiasa. Masih banyak langkah strategis lain yang bisa diambil. Namun ini bisa jadi contoh agar bahasa Indonesia tetap lestari.

Sedikit Cerita tentang Pendidikan

 

Kemarin, saya bersama teman pergi ke Depok guna ke sejumlah instansi untuk mengurus masalah data penelitian, saya membuat surat pengantar di kesbangpol dan teman saya ngambil data di dishub. Ada kejadian unik ketika saya mengantarkan teman saya untuk meng-scan data  buku yang dipinjam dari dishub. Sewaktu kami mencari tempat untuk meng-scan buku tersebut yaitu di warnet. Kami dapati ada seorang ibu lagi marah-marah, teriak lebih tepatnya di warnet tersebut. Selidik lebih lanjut, ternyata sang ibu ini lagi ngomelin anaknya yang bolos sekolah, dan mau tahu sejak kapan anak itu bolos sekolah? dari awal pertama masuk sekolah semester baru ini!
Wow, jadi selama ini anak itu selalu pamit dengan ibunya untuk sekolah tapi tiap hari juga anak tsb terdampar di warnet. Ironi sekali melihat kejadian ini. Singkat cerita sang anak dijemput pulang bersama sang bapak, dan sang ibu masih di warnet untuk berpesan pada penjaga warnet untuk ngasih tahu kalau-kalau anaknya singgah lagi ke warnet pd jam sekolah.
Dari kejadian itu, saya sedikit mengaitkan tentang berita tawuran yang baru saja terjadi antara SMA 6 dan SMA 70 yang berakhir tragis tentang kematian seorang siswa dari SMA 6. Lalu, apakah ini gambaran pendidikan di Indonesia sekarang? tawuran, bolos, pergaulan bebas, obat-obatan terlarang.
Sedikit merenungi atas peristiwa-peristiwa tersebut, jika ditanya siapa yang dipersalahkan atas hal tersebut, adalah kita semua. Apa penyebabnya? banyak, bahkan mungkin dari hal-hal yang kita tidak sangka, sepertinya terbatasnya ruang gerak di ruang terbuka hijau atau sarana olahraga yang menyebabkan tidak adanya penyaluran atas energi para pemuda yang begitu besar, bacaan serta tontonan televisi yang mengisi pemikiran pemuda dalam jumlah besar, serta kepercayaan pada tingkat keluarga yang telah bergeser secara drastis ke komunitas luar yang benar-benar asing.
Pendidikan itu sendiri diharapkan dapat menciptakan harapan. Ya, banyak harapan.
Sehingga setelah itu, dapat meningkatkan kesempatan peserta didiknya untuk menjadi manusia yang seutuhnya…

Saran Saya untuk Seorang Remaja

Pernahkah kita memperhatikan perasaan dan beban mental para siswa SMP dan SMU yang sedang duduk di kelas 3? Seberapa berat beban mereka akan tekanan UN (Ujian Nasional) yang membuat sebagian dari mereka merasa stress? Bagaimana perasaan mereka menghadapi masa depan dengan potensi yang ada. Tulisan ini merupakan usaha saya menjawab seorang siswa yang saya kenal tadi malam.
Tadi malam (26/9), saat baru saja pulang dari kantor, sebuah permintaan Add Contact muncul di YM. Sayapun menyetujui permintaan tersebut. Beberapa saat kemudian, sebuah pesan muncul  menyapa”
Seseorang: assalamualaikum bang Choiron: waalaikumsalam
Seseorang: saya ***** (menyebutkan namanya) , pelajar sma & saya mau konsul nihh
Choiron: iya
Awalnya saya agak bingung juga saat si pelajar sebut saja Ithok menyapa dan mengutarakan untuk konsultasi. Ingatan saya langsung tertuju pada artikel lama berjudul tips-cara-menjadi-cerdas yang membahas bagaimana menjadi pribadi yang  percaya diri dan cerdas dengan memahami multiple intelligence.
Berikutnya saya mencoba memahami apa masalah yang di hadapi oleh Ithok dengan menggali permasalahan dan akar permasalahannya. Karena seringkali proses pemecahan masalah (problem solving), menjadi tidak efektif bila tidak tepat dalam memahmi akar masalahnya.
Ithok memulai problem statement-nya dengan menyatakan kalau dia tidak percaya diri  merasa dirinya selalu terbelakang dalam bidang akademik di kelas. Hal tersebut yang membuatnya iri dengan kecerdasan orang lain. Dia juga malu dengan keluarga terutama adik-adiknya.
Sayapun mencoba mencari akar permasalahannya dari luar diri Ithok. Pertanyaan apakah orang tua masih ada, dia anak keberapa dari berapa bersaudara, apakah orang tua harmonis, apakah orang tua bersikap baik, dan beberapa pertanyaan di luar dirinya. Menurut Ithok, dia bersyukur semua baik. Bahkan orang tua sabar dan sudah memenuhi semua yang dia inginkan.
Menurut Ithok, dia ingin membuat orang tuanya bangga dengan prestasinya. Ithok sendiri tidak pernah membuat masalah yang serius di ruang lingkup pergaulan. Bahkan dia termasuk rajin ibadah. Hanya memang sejak SMP, nilai raportnya pas-pasan saja. Kemauan kerasnya untuk maju dan berprestasi, diimbangi juga dengan belajar. Namun setiap kali belajar, dia selalu mengantuk dan tertidur.
Kecemasan Ithok memuncak karena dia saat ini duduk di kelas 3 SMA dan 5 bulan lagi akan menghadapi UN. Dia gamang untuk kuliah di mana dan bisa lolos SMPTN.
Saya mencoba mengembangkan pertanyaan ke dalam diri Ithok. Apakah dia punya pacar, apa yang paling dibenci dan dibanggakan dari dirinya. Apakah dia sering begadang hingga larut malam. Mencoba mengaitkan kebiasaannya dengan ketidakmampuannya untuk berprestasi.
Dari pengakuannya didapat kalau dia benci dangan perilaku malasnya. Hampir setiap hari dia mengahabiskan waktu 1.5 jam untuk bermain game. Namun dia merasa pacaran bukan menjadi faktor penyebab rendahnya prestasi belajarnya. Dia juga tidak pernah begadang dan selalu tidur cukup.
Dari beberapa dialog dan informasi yang saya peroleh, saya mencoba menyimpulkan penyebab dan apa yang harus dilakukan Ithok. Saya tawarkan kepada Ithok untuk mencoba menjawab permasalahannya lewat artikel di Kompasiana. Saya berjanji akan memberikan link-nya nanti. Ithok setuju dan berharap dapat berfikir jernih dan membantu meningkatkan prestasinya.
— 0 —
Kasus Ithok mungkin juga banyak dialami oleh banyak remaja-remaja yang merasa dirinya tidak berprestasi dan gamang dengan masa depannya. Mereka belum menemukan potensi yang bisa digali dan diasah sebagai sebuah berlian untuk dapat dibanggakan. Permasalahan yang dihadapai Itho memiliki 2 dimensi. Jangka pendek terkait keinginannya untuk bisa lolos UN dan SNMPTN dan lebih luas lagi untuk jangka panjang bisa menjadi pribadi yang berprestasi.
Melihat permasalahan Ithok di atas, ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk penyelesaian jangka pendeknya, yaitu:
  1. Nutrisi

  2. Pola Pikir

  3. Strategi Belajar
Ithok sudah bertekad untuk menjadi berprestasi dalam bidang akademik. Dia mencoba untk belajar, namun seringkali mengantuk walaupun sudah cukup tidur. Saran saya, coba perbaiki nutrisi makana. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau berminyak seperti nasi goreng saat karena termasuk makanan berat. Hindari juga minuman yang manis. Perbanyak minum air putih aga meabolisme menjadi lancar. Selain itu, perhatikan aupan zat besi Anda. Seseorang yang kekurangan zat besi juga akan mudah lelah dan mengantuk.
Perbaiki juga pola pikir untuk membangun motivasi dan rasa percaya diri. Untuk bisa mengubah nasib, harus dimulai dari pola pikir dan persepsi diri. Pola pikir dan persepsi diri yang baik dan benar akan bisa menggerakkan diri untuk mengubah kebiasaan. Kebiasaan yang baik akan bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik pula. Jadi, ubah pola pikir –> Ubah Kebiasaan –> Ubah Nasib.
Mulai dari mengubah persepsi diri. katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang punya hak untuk sukses. Katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang adalah unik dan punya potensi yang sama untuk berprestasi. Katakan pada diri sendiri bahwa tidak ada orang yang bodoh. Yang ada adalah orang yang malas atau orang yang rajin. Katakan pada sendiri kalau Anda bisa sama berhasilnya dengan orang di luar sana yang tidak lebih beruntung dari Anda. Coba untuk membaca kisah-kisah inspiratif tentang kisah sukses orang lain yang pasti akan membangkitkan semangat Anda untuk maju dan membebaskan rantai kemalasan Anda untuk bisa maju. Beberapakisah dapat Anda te,ukan  di http://www.andriewongso.com/.
13487091251691163282
Coba perhatikan beberapa nama berikut ini:
  1. nick vujicic

  2. hee ah lee
Bila Anda belum kenal dengan kedua nama tersebut, coba cari di internet kisah pejalanan hidup mereka yang pasti sangat menginspirasi. Nick Vujicic adalah seorang pria yang lahir tanpa tangan dan kaki. Namun dia memiliki prestasi yang luar biasa. Dia bisa berenang, menulis, pembicara dan motivator yang luas biasa. Sedangkan Hee ah Lee yang lahir dengan kondisi cacat fisik dan mental karena mengalami Down Syndrome, justru memiliki kecerdasan bermusik yang luar biasa. Hanya dengan 4 jari di tanggannya yang tidak sempurna, dia bisa memainkan musik-musik klasik karya Mozart dengan sempurna.
Apa yang bisa dipelajari dari kedua orang dia atas? Kemauan keras dan latihanlah yang membuat mereka bisa menjadi orang hebat untuk bisangnya masing-masing. Bila mereka yang memiliki keterbataan saja bisa, maka kita juga pasti bisa menjadi ornag yang luar biasa juga. Kalau perlu, pasang foto mereka yang sukses di dinding kamar, dan katakan pada diri Anda bahwa Anda akan bisa seperti mereka. Selain itu, kenali diri Anda untuk menggali minat dan potensi Anda. Coba banyak minat dan rasakan mana yang paling Anda inginkan untuk dikembangkan. Seseorang bisa dikatakan sukses tidak harus diukur dari prestasi akademik.
Terakhir, perbaiki strategi belajar Anda. Kenali apakah Anda pembelajar tipe Auditori yang bisa lebih banyak menangkap materi belajar dengan cara mendengarkan, atau tipe Visual yang bisa belajar dengan melihat, membaca atau hal lain yang bersifat visual. Sedangkan membaca adalah cara belajar paling cepat untuk melahap materi.
Strategi yang paling ampuh untuk memasukkan mengikat apa yang kita baca di kepala, adalah dengan menuliskannya. Baca materi yang akan Anda kuasai, kemudian buat rangkuman dari materi yang telah Anda baca. Hakikatnya, menulis akan memperkuat materi tersimpan di memori. Menuliskan rangkuman akan membuat motorik bekerja dan menghindari gejala mengantuk. Sebagai awal, mulai dari menyalin isi buku dengan tulisan tangan. Berikutnya baca satu bahasan dan tuliskan dengan kalimat Anda sendiri. Beberapa orang lebih mudah belajar bila membacanya dengan keras. Silahkan kembangkan strategi belajar yang sesuai dengan diri Anda.
Bila Anda sudah mengubah persepsi diri sehingga memiliki motivasi yang kuat dan keyakinan diri yang baik, berikutnya menjalankan strategi belajar yang tepat dengan banyak membaca, menulis dan latihan. Percayalah, bahwa Allah akan memberikan pertolongan bagi siapa saj yang berusaha untuk mengubah nasibnya menjad lebih baik. Yakinlah bahwa setiap usaha sekecil apapun adalah anak tangga untuk sampai ke puncak sukses Anda.
Salam sukses dari Surabaya untuk Anda semua.
Bahan bacaan
  1. http://wolipop.detik.com/read/2011/03/25/181021/1601530/1135/makanan-berlemak-buat-anda-cepat-mengantuk

  2. http://www.lifestyle.marketing.co.id/2011/11/12/5-jenis-makanan-yang-membuat-ngantuk/

  3. http://belanjapagi.blogspot.com/2011/11/makanan-yang-harus-di-hindari-karena.html

 
Design by Alim Yuandia | Bloggerized by Indonesia Negriku | Alim Yuandia
Kode Follower supported by Tutorial Blog
^ Scroll to Top