This is featured post 2 title
Dapatkan semua informasi yang anda cari di indonesianegriku1945.blogspot.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 26 September 2012
Di Balik Kekurangan, Ada Kelebihan
seruu.com
Manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak sempurna. Selalu memiliki kekurangan yang membuat dirinya tidak sempurna. Kekurangan yang membuatnya menjadi “sempurna”. Tanpa kekurangan itu, manusia akan menjadi makhluk sempurna.
Kekurangan
dan kelebihan ibarat dua sisi mata uang yang selalu berpasangan satu
sama lain. Selalu terikat satu sama lain dan tidak terpisahkan.
Kekurangan dan kelebihan adalah anugerah buat diri manusia. Dengan
adanya mereka, kita menyadari bahwa kita membutuhkan orang lain agar
menjadi sempurna. Dengan sebab itulah manusia diciptakan untuk saling
mengisi dan saling melengkapi.
Sebagai
manusia, terkadang kita merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain.
“Kok dia ganteng sih, dan gue jelek?” atau “Kok dia hidungnya mancung
sih, dan punya gue pesek?”. Itulah pertanyaan normal manusia.
Merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan ingin dirinya seperti
orang lain. Menjadi sama seperti orang lain akan membuat dirinya bahagia. Tapi,apakah benar bahagia?
Tuhan
telah menciptakan kita dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kalaupun ada
orang lain yang dilahirkan dalam keadaan cacat, itu bukanlah berarti
Tuhan tidak adil. Tuhan telah memberikan karunia yang lebih kepada
dirinya di bagian yang lain, yang kadang tidak kita sadari.
Orang
yang dilahirkan dengan kebutaan bukan berarti dia cacat. Justru Tuhan
telah memberikannya karunia lebih, berupa pendengaran yang lebih tajam
atau modalitas kinestetik yang lebih dominan. Inilah “keadilan Tuhan”
yang sering kita tidak sadari. Bahwa setiap kita telah diciptakan dengan
porsinya masing-masing.
Kenapa mesti minder?
Kita
tidak perlu minder ataupun malu dengan keadaan kita. Di balik
kekurangan, pasti ada kelebihan. Contohnya, para pemain bola yang cebol. Kalau
mereka merasa minder dengan kekurangannya, itu adalah hal yang wajar.
Tapi mereka tidak terlarut dengan kekurangan itu. Justru mereka melihat
kelebihan yang ada di diri mereka.
Tahukah
kamu berapa tinggi Lionel Messi? Ia cukup pendek untuk ukuran pesepak
bola. Tingginya hanya 1,69 meter. Tapi jangan tanya prestasinya. Ia
telah memenangi penghargaan pemain terbaik dunia. Itu hanya salah satu
penghargaan dari sekian banyak penghargaan yang ia dapatkan.
Apa
kelebihan messi di balik kekurangannya itu? Kecepatan, kelincahan,
teknik tinggi. Pemain-pemain yang pendek seperti dirinya beruntung
karena dikaruniai kelincahan. Dengan kelincahannya, ia bisa melewati
pemain belakang yang rata-rata berpostur tinggi besar. Sebuah kelebihan
yang dimaksimalkannya hingga ia bisa menjadi seorang juara.
Jika
kita berkaca pada Messi, kita bisa mencontoh dirinya. Bisa menengok
sebentar ke dalam diri kita. Apa kekurangan kita, apa kelebihan yang
bisa kita maksimalkan. Pasti ada kelebihan yang tersembunyi di balik
kelemahan kita. Kita hanya perlu menyadari, melatihnya dan
memaksimalkannya. Agar kelebihan kita bisa membuat kita menjadi “juara”,
seperti Lionel Messi.
Tak
perlulah lagi, kita menangisi kekurangan kita. Melihat pada diri orang
lain, betapa beruntungnya mereka dengan apa yang mereka punya. Melihat
orang lain dan ingin menjadi seperti mereka. Kita adalah diri kita
sendiri. Yang tahu kekurangan dan kelebihan diri adalah kita sendiri.
Kitalah yang menentukan. Setiap diri pasti bisa memaksimalkan kelebihan
yang ia miliki.
Selamat malam dan salam semangat
Bahasa Indonesia Kita: Orisinil Apa KW?
Bahasa
itu dinamis. Penyerapan bahasa-termasuk juga bahasa Indonesia-merupakan
keniscayaan yang telah berlangsung lama. Kemunculan awal bahasa
Indonesia tak lepas dari budaya serap masyarakat Melayu terhadap bahasa
serumpun. Sebut saja beberapa kata misalnya: tanpa (jawa), godok (jawa dan sunda), karsa (jawa), gembleng (jawa), sarjana (jawa), wejangan (jawa), kolot (sunda), dan nyeri
(sunda). Bahasa rumpun Melayu yang ada di wilayah Indonesia sangat
besar pengaruhnya dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Induk
bahasa Indonesia (Melayu Riau) telah mengalami perkembangan yang pesat
waktu demi waktu hingga kita temukan sekarang ini. Dalam perkembangan
bahasa selanjutnya, proses penyerapan juga dipengaruhi dari bahasa
asing. Sebut saja bahasa Inggris dan Belanda. Misalnya kata administrasi (Belanda: administratie), kapten (Belanda: kapitein), pipa (Belanda: pijp), kalkulator (Inggris: calculator), helm (Inggris: helmet), sains (Inggris: scence).
Globalisasi
juga menyebabkan adanya hierarki kebahasaan. Bahasa dan masyarakat
adalah dua hal yang tak terpisahkan. Selain berfungsi sebagai alat
komunikasi, bahasa tak bisa lepas dari nuansa politik ideologis.
Misalnya keberhasilan hegemoni Barat atas Turki tampak oleh kebijakan
pendidikan nasional negara itu pada tahun 1928 dengan dihapuskannya
pelajaran bahasa Arab dan Persia di sekolah-sekolah. Efek globalisasi memberi peluang munculnya alasan politik, ekonomi dan kekuasaan kepada terjadinya proses saling serap
antar berbagai bahasa manapun di dunia. Pola interaksi yang didekatkan
oleh praktisnya telekomunikasi antar benua semakin mendorong terjadinya
akulturasi budaya yang pada akhirnya merambah ke ranah bahasa. Muncul
hegemoni bahasa yang secara tidak langsung meminggirkan posisi bahasa
Indonesia, bahkan oleh warga Indonesia sendiri.
Pada
masa dulu, sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928,
bahasa Indonesia dianggap sebagai solusi final yang bisa menyatukan
keragaman suku dan bahasa yang ada di seluruh wilayah NKRI. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (tahun 2008)
telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia. Dari keragaman
itu, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana
komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia.
Namun,
dewasa ini praktik penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi
sehari-hari (baik lisan ataupun tertulis), telah mengalami perkembangan
yang super cepat dan bahkan bisa dibilang melenceng jauh dari aturan
ketatabahasaan yang dicanangkan pemerintah (EYD). Lihat saja bagaimana
cara orang Jakarta berbahasa Indonesia. Atau media televisi yang tak
sungkan menyajikan tayangan yang jauh dari aturan bahasa. Mulai dari
bahasa prokem (bahasa gaul) yang tenar pada tahun 1999 hingga bahasa alay yang sedang in belakangan ini, yang merasuk mayoritas pemuda
Indonesia turut memperparah penggunaan bahasa Indonesia secara
semena-mena. Jika gelombang penyimpangan berbahasa ini dibiarkan terus
menerus, dikhawatirkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa akan
kehilangan keorisinilannya. Penggunaan dan perkembangan bahasa yang
membabi buta justru bisa membawa bahasa Indonesia jauh dari bentuk
aslinya (baku).
Hal ini juga selaras dengan definisi kesalahan berbahasa oleh Tarigan yang
mengungkapkan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia adalah penggunaan
bahasa Indonesia secara lisan maupun tertulis, yang berada di luar atau
menyimpang dari faktor-faktor komunikasi dan kaidah kebahasaan dalam
bahasa Indonesia. Berbeda dengan kekeliruan berbahasa (mistake) yang temporer dan bisa dimaafkan, kesalahan berbahasa (error)
bersifat massal, akut dan cenderung sulit diperbaiki. Baik dalam
tataran fonologi, morfologi, sintaksis, wacana atau semantik. Biasanya
terjadi karena penyimpangan kaidah bahasa.
Kalau sudah demikian, betapa repotnya orang-orang yang mengurusi bahasa dan mengidentifikasi kaidah bahasa berikut kosakatanya. Dalam pengantar Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008) PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit mengatakan bahwa KBBI
sejak terbit pertama kali tahun 1988 telah mengalami penambahan lema
yang sangat banyak dan bahkan dapat dikategorikan penambahan yang
fantastis. Jumlah seluruh data yang dimasukkan pada edisi keempat adalah 90.000 lema (masukan data berupa kata).
Celakanya lagi, hegemoni kapitalisme yang merongrong eksistensi bahasa induk, diperparah dengan berkembangnya
stigma yang merendahkan bahasa nasional yang ditampilkan oleh berbagai
media di tanah air. Para pejabat dan artis gemar mengucapkan
kalimat-kalimat berbau asing-misalnya bahasa Inggris-atau penggunaan
bahasa Indonesia yang salah kaprah-dan tidak ada yang memprotes tentang
hal itu-yang akan menaikkan derajat mereka di mata khalayak. Dan
paradigma yang berkembang mengiyakan hal itu. Akankah kita
kembali kehilangan identitas bangsa yang dulu dibangga-banggakan? Kapan
bahasa Indonesia akan diakui kalangan Internasional? Beberapa dekade
lalu kita banyak mengirim guru dan dosen bahasa Indonesia untuk mengajar
di kampus-kampus luar negeri. Universitas di Australia, Belanda, Jerman
dan Ukraina membuka program S-1 dan S-2 bahasa Indonesia. Namun setelah
bom bali peminat bahasa Indonesia turun drastis. Siapa lagi yang
membangkitkannya?
Melihat berbagai hal diatas, seharusnya kita aware bahwa tugas mempertahankan identitas murni bangsa bukan hanya di tangan pemerintah. Apalagi
selama ini langkah strategis yang dijalankan kurang massif pengaruhnya.
Perlu ada langkah berkesinambungan dari berbagai pihak untuk
mempelopori upaya pengembalian kemurnian bahasa Indonesia. Langkah
berikut bisa dijadikan acuan. Pertama, peran pemerintah (Badan
Bahasa atau instansi lainnya) agar lebih aktif mensosialisasikan
penggunaan bahasa yang baik dan benar secara massal dan kontinyu. Bukan
hanya dengan Kongres Bahasa yang ‘cuma’ diadakan lima tahun
sekali. Bila perlu buat regulasi penggunaan bahasa Indonesia di
berbagai wilayah komunikasi massa baik lisan atau tulisan.
Kedua,
media massa harus memberikan teladan yang baik dan benar dalam
penggunaan bahasa Indonesia sebagai model yang bisa menjadi pembelajaran
masyarakat dalam rangka tanggung jawab sosialnya. Dalam arus jaman yang
semakin melek teknologi, media merupakan alat belajar paling vital bagi
masyarakat sekarang ini.Ketiga, kalangan intelektual dan kaum
cendekiawan harus aktif dan berperan serta dalam
membimbing dan mengajak masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia
yang sesuai kaidah ketatabahasaan sehingga mereka tahu dan dengan
sendirinya akan terbiasa. Masih banyak langkah strategis lain yang bisa
diambil. Namun ini bisa jadi contoh agar bahasa Indonesia tetap lestari.
Sedikit Cerita tentang Pendidikan
Wow, jadi selama ini anak itu selalu pamit dengan ibunya untuk sekolah tapi tiap hari juga anak tsb terdampar di warnet. Ironi sekali melihat kejadian ini. Singkat cerita sang anak dijemput pulang bersama sang bapak, dan sang ibu masih di warnet untuk berpesan pada penjaga warnet untuk ngasih tahu kalau-kalau anaknya singgah lagi ke warnet pd jam sekolah.
Dari kejadian itu, saya sedikit mengaitkan tentang berita tawuran yang baru saja terjadi antara SMA 6 dan SMA 70 yang berakhir tragis tentang kematian seorang siswa dari SMA 6. Lalu, apakah ini gambaran pendidikan di Indonesia sekarang? tawuran, bolos, pergaulan bebas, obat-obatan terlarang.
Sedikit merenungi atas peristiwa-peristiwa tersebut, jika ditanya siapa yang dipersalahkan atas hal tersebut, adalah kita semua. Apa penyebabnya? banyak, bahkan mungkin dari hal-hal yang kita tidak sangka, sepertinya terbatasnya ruang gerak di ruang terbuka hijau atau sarana olahraga yang menyebabkan tidak adanya penyaluran atas energi para pemuda yang begitu besar, bacaan serta tontonan televisi yang mengisi pemikiran pemuda dalam jumlah besar, serta kepercayaan pada tingkat keluarga yang telah bergeser secara drastis ke komunitas luar yang benar-benar asing.
Pendidikan itu sendiri diharapkan dapat menciptakan harapan. Ya, banyak harapan.
Sehingga setelah itu, dapat meningkatkan kesempatan peserta didiknya untuk menjadi manusia yang seutuhnya…
Saran Saya untuk Seorang Remaja
Pernahkah kita memperhatikan perasaan dan beban
mental para siswa SMP dan SMU yang sedang duduk di kelas 3? Seberapa
berat beban mereka akan tekanan UN (Ujian Nasional) yang membuat
sebagian dari mereka merasa stress? Bagaimana perasaan mereka menghadapi
masa depan dengan potensi yang ada. Tulisan ini merupakan usaha saya
menjawab seorang siswa yang saya kenal tadi malam.
Tadi malam (26/9), saat baru saja pulang dari kantor, sebuah permintaan Add Contact muncul di YM. Sayapun menyetujui permintaan tersebut. Beberapa saat kemudian, sebuah pesan muncul menyapa”
Berikutnya saya mencoba memahami apa masalah yang di hadapi oleh Ithok dengan menggali permasalahan dan akar permasalahannya. Karena seringkali proses pemecahan masalah (problem solving), menjadi tidak efektif bila tidak tepat dalam memahmi akar masalahnya.
Ithok memulai problem statement-nya dengan menyatakan kalau dia tidak percaya diri merasa dirinya selalu terbelakang dalam bidang akademik di kelas. Hal tersebut yang membuatnya iri dengan kecerdasan orang lain. Dia juga malu dengan keluarga terutama adik-adiknya.
Sayapun mencoba mencari akar permasalahannya dari luar diri Ithok. Pertanyaan apakah orang tua masih ada, dia anak keberapa dari berapa bersaudara, apakah orang tua harmonis, apakah orang tua bersikap baik, dan beberapa pertanyaan di luar dirinya. Menurut Ithok, dia bersyukur semua baik. Bahkan orang tua sabar dan sudah memenuhi semua yang dia inginkan.
Menurut Ithok, dia ingin membuat orang tuanya bangga dengan prestasinya. Ithok sendiri tidak pernah membuat masalah yang serius di ruang lingkup pergaulan. Bahkan dia termasuk rajin ibadah. Hanya memang sejak SMP, nilai raportnya pas-pasan saja. Kemauan kerasnya untuk maju dan berprestasi, diimbangi juga dengan belajar. Namun setiap kali belajar, dia selalu mengantuk dan tertidur.
Kecemasan Ithok memuncak karena dia saat ini duduk di kelas 3 SMA dan 5 bulan lagi akan menghadapi UN. Dia gamang untuk kuliah di mana dan bisa lolos SMPTN.
Saya mencoba mengembangkan pertanyaan ke dalam diri Ithok. Apakah dia punya pacar, apa yang paling dibenci dan dibanggakan dari dirinya. Apakah dia sering begadang hingga larut malam. Mencoba mengaitkan kebiasaannya dengan ketidakmampuannya untuk berprestasi.
Dari pengakuannya didapat kalau dia benci dangan perilaku malasnya. Hampir setiap hari dia mengahabiskan waktu 1.5 jam untuk bermain game. Namun dia merasa pacaran bukan menjadi faktor penyebab rendahnya prestasi belajarnya. Dia juga tidak pernah begadang dan selalu tidur cukup.
Dari beberapa dialog dan informasi yang saya peroleh, saya mencoba menyimpulkan penyebab dan apa yang harus dilakukan Ithok. Saya tawarkan kepada Ithok untuk mencoba menjawab permasalahannya lewat artikel di Kompasiana. Saya berjanji akan memberikan link-nya nanti. Ithok setuju dan berharap dapat berfikir jernih dan membantu meningkatkan prestasinya.
Melihat permasalahan Ithok di atas, ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk penyelesaian jangka pendeknya, yaitu:
Perbaiki juga pola pikir untuk membangun motivasi dan rasa percaya diri. Untuk bisa mengubah nasib, harus dimulai dari pola pikir dan persepsi diri. Pola pikir dan persepsi diri yang baik dan benar akan bisa menggerakkan diri untuk mengubah kebiasaan. Kebiasaan yang baik akan bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik pula. Jadi, ubah pola pikir –> Ubah Kebiasaan –> Ubah Nasib.
Mulai dari mengubah persepsi diri. katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang punya hak untuk sukses. Katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang adalah unik dan punya potensi yang sama untuk berprestasi. Katakan pada diri sendiri bahwa tidak ada orang yang bodoh. Yang ada adalah orang yang malas atau orang yang rajin. Katakan pada sendiri kalau Anda bisa sama berhasilnya dengan orang di luar sana yang tidak lebih beruntung dari Anda. Coba untuk membaca kisah-kisah inspiratif tentang kisah sukses orang lain yang pasti akan membangkitkan semangat Anda untuk maju dan membebaskan rantai kemalasan Anda untuk bisa maju. Beberapakisah dapat Anda te,ukan di http://www.andriewongso.com/.

Coba perhatikan beberapa nama berikut ini:
Apa yang bisa dipelajari dari kedua orang dia atas? Kemauan keras dan latihanlah yang membuat mereka bisa menjadi orang hebat untuk bisangnya masing-masing. Bila mereka yang memiliki keterbataan saja bisa, maka kita juga pasti bisa menjadi ornag yang luar biasa juga. Kalau perlu, pasang foto mereka yang sukses di dinding kamar, dan katakan pada diri Anda bahwa Anda akan bisa seperti mereka. Selain itu, kenali diri Anda untuk menggali minat dan potensi Anda. Coba banyak minat dan rasakan mana yang paling Anda inginkan untuk dikembangkan. Seseorang bisa dikatakan sukses tidak harus diukur dari prestasi akademik.
Terakhir, perbaiki strategi belajar Anda. Kenali apakah Anda pembelajar tipe Auditori yang bisa lebih banyak menangkap materi belajar dengan cara mendengarkan, atau tipe Visual yang bisa belajar dengan melihat, membaca atau hal lain yang bersifat visual. Sedangkan membaca adalah cara belajar paling cepat untuk melahap materi.
Strategi yang paling ampuh untuk memasukkan mengikat apa yang kita baca di kepala, adalah dengan menuliskannya. Baca materi yang akan Anda kuasai, kemudian buat rangkuman dari materi yang telah Anda baca. Hakikatnya, menulis akan memperkuat materi tersimpan di memori. Menuliskan rangkuman akan membuat motorik bekerja dan menghindari gejala mengantuk. Sebagai awal, mulai dari menyalin isi buku dengan tulisan tangan. Berikutnya baca satu bahasan dan tuliskan dengan kalimat Anda sendiri. Beberapa orang lebih mudah belajar bila membacanya dengan keras. Silahkan kembangkan strategi belajar yang sesuai dengan diri Anda.
Bila Anda sudah mengubah persepsi diri sehingga memiliki motivasi yang kuat dan keyakinan diri yang baik, berikutnya menjalankan strategi belajar yang tepat dengan banyak membaca, menulis dan latihan. Percayalah, bahwa Allah akan memberikan pertolongan bagi siapa saj yang berusaha untuk mengubah nasibnya menjad lebih baik. Yakinlah bahwa setiap usaha sekecil apapun adalah anak tangga untuk sampai ke puncak sukses Anda.
Salam sukses dari Surabaya untuk Anda semua.
Bahan bacaan
Tadi malam (26/9), saat baru saja pulang dari kantor, sebuah permintaan Add Contact muncul di YM. Sayapun menyetujui permintaan tersebut. Beberapa saat kemudian, sebuah pesan muncul menyapa”
Seseorang: assalamualaikum bang Choiron: waalaikumsalamAwalnya saya agak bingung juga saat si pelajar sebut saja Ithok menyapa dan mengutarakan untuk konsultasi. Ingatan saya langsung tertuju pada artikel lama berjudul tips-cara-menjadi-cerdas yang membahas bagaimana menjadi pribadi yang percaya diri dan cerdas dengan memahami multiple intelligence.
Seseorang: saya ***** (menyebutkan namanya) , pelajar sma & saya mau konsul nihh
Choiron: iya
Berikutnya saya mencoba memahami apa masalah yang di hadapi oleh Ithok dengan menggali permasalahan dan akar permasalahannya. Karena seringkali proses pemecahan masalah (problem solving), menjadi tidak efektif bila tidak tepat dalam memahmi akar masalahnya.
Ithok memulai problem statement-nya dengan menyatakan kalau dia tidak percaya diri merasa dirinya selalu terbelakang dalam bidang akademik di kelas. Hal tersebut yang membuatnya iri dengan kecerdasan orang lain. Dia juga malu dengan keluarga terutama adik-adiknya.
Sayapun mencoba mencari akar permasalahannya dari luar diri Ithok. Pertanyaan apakah orang tua masih ada, dia anak keberapa dari berapa bersaudara, apakah orang tua harmonis, apakah orang tua bersikap baik, dan beberapa pertanyaan di luar dirinya. Menurut Ithok, dia bersyukur semua baik. Bahkan orang tua sabar dan sudah memenuhi semua yang dia inginkan.
Menurut Ithok, dia ingin membuat orang tuanya bangga dengan prestasinya. Ithok sendiri tidak pernah membuat masalah yang serius di ruang lingkup pergaulan. Bahkan dia termasuk rajin ibadah. Hanya memang sejak SMP, nilai raportnya pas-pasan saja. Kemauan kerasnya untuk maju dan berprestasi, diimbangi juga dengan belajar. Namun setiap kali belajar, dia selalu mengantuk dan tertidur.
Kecemasan Ithok memuncak karena dia saat ini duduk di kelas 3 SMA dan 5 bulan lagi akan menghadapi UN. Dia gamang untuk kuliah di mana dan bisa lolos SMPTN.
Saya mencoba mengembangkan pertanyaan ke dalam diri Ithok. Apakah dia punya pacar, apa yang paling dibenci dan dibanggakan dari dirinya. Apakah dia sering begadang hingga larut malam. Mencoba mengaitkan kebiasaannya dengan ketidakmampuannya untuk berprestasi.
Dari pengakuannya didapat kalau dia benci dangan perilaku malasnya. Hampir setiap hari dia mengahabiskan waktu 1.5 jam untuk bermain game. Namun dia merasa pacaran bukan menjadi faktor penyebab rendahnya prestasi belajarnya. Dia juga tidak pernah begadang dan selalu tidur cukup.
Dari beberapa dialog dan informasi yang saya peroleh, saya mencoba menyimpulkan penyebab dan apa yang harus dilakukan Ithok. Saya tawarkan kepada Ithok untuk mencoba menjawab permasalahannya lewat artikel di Kompasiana. Saya berjanji akan memberikan link-nya nanti. Ithok setuju dan berharap dapat berfikir jernih dan membantu meningkatkan prestasinya.
— 0 —
Kasus Ithok mungkin juga banyak dialami oleh banyak remaja-remaja yang
merasa dirinya tidak berprestasi dan gamang dengan masa depannya. Mereka
belum menemukan potensi yang bisa digali dan diasah sebagai sebuah
berlian untuk dapat dibanggakan. Permasalahan yang dihadapai Itho
memiliki 2 dimensi. Jangka pendek terkait keinginannya untuk bisa lolos
UN dan SNMPTN dan lebih luas lagi untuk jangka panjang bisa menjadi
pribadi yang berprestasi.Melihat permasalahan Ithok di atas, ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk penyelesaian jangka pendeknya, yaitu:
- Nutrisi
- Pola Pikir
- Strategi Belajar
Perbaiki juga pola pikir untuk membangun motivasi dan rasa percaya diri. Untuk bisa mengubah nasib, harus dimulai dari pola pikir dan persepsi diri. Pola pikir dan persepsi diri yang baik dan benar akan bisa menggerakkan diri untuk mengubah kebiasaan. Kebiasaan yang baik akan bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik pula. Jadi, ubah pola pikir –> Ubah Kebiasaan –> Ubah Nasib.
Mulai dari mengubah persepsi diri. katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang punya hak untuk sukses. Katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang adalah unik dan punya potensi yang sama untuk berprestasi. Katakan pada diri sendiri bahwa tidak ada orang yang bodoh. Yang ada adalah orang yang malas atau orang yang rajin. Katakan pada sendiri kalau Anda bisa sama berhasilnya dengan orang di luar sana yang tidak lebih beruntung dari Anda. Coba untuk membaca kisah-kisah inspiratif tentang kisah sukses orang lain yang pasti akan membangkitkan semangat Anda untuk maju dan membebaskan rantai kemalasan Anda untuk bisa maju. Beberapakisah dapat Anda te,ukan di http://www.andriewongso.com/.
Coba perhatikan beberapa nama berikut ini:
- nick vujicic
- hee ah lee
Apa yang bisa dipelajari dari kedua orang dia atas? Kemauan keras dan latihanlah yang membuat mereka bisa menjadi orang hebat untuk bisangnya masing-masing. Bila mereka yang memiliki keterbataan saja bisa, maka kita juga pasti bisa menjadi ornag yang luar biasa juga. Kalau perlu, pasang foto mereka yang sukses di dinding kamar, dan katakan pada diri Anda bahwa Anda akan bisa seperti mereka. Selain itu, kenali diri Anda untuk menggali minat dan potensi Anda. Coba banyak minat dan rasakan mana yang paling Anda inginkan untuk dikembangkan. Seseorang bisa dikatakan sukses tidak harus diukur dari prestasi akademik.
Terakhir, perbaiki strategi belajar Anda. Kenali apakah Anda pembelajar tipe Auditori yang bisa lebih banyak menangkap materi belajar dengan cara mendengarkan, atau tipe Visual yang bisa belajar dengan melihat, membaca atau hal lain yang bersifat visual. Sedangkan membaca adalah cara belajar paling cepat untuk melahap materi.
Strategi yang paling ampuh untuk memasukkan mengikat apa yang kita baca di kepala, adalah dengan menuliskannya. Baca materi yang akan Anda kuasai, kemudian buat rangkuman dari materi yang telah Anda baca. Hakikatnya, menulis akan memperkuat materi tersimpan di memori. Menuliskan rangkuman akan membuat motorik bekerja dan menghindari gejala mengantuk. Sebagai awal, mulai dari menyalin isi buku dengan tulisan tangan. Berikutnya baca satu bahasan dan tuliskan dengan kalimat Anda sendiri. Beberapa orang lebih mudah belajar bila membacanya dengan keras. Silahkan kembangkan strategi belajar yang sesuai dengan diri Anda.
Bila Anda sudah mengubah persepsi diri sehingga memiliki motivasi yang kuat dan keyakinan diri yang baik, berikutnya menjalankan strategi belajar yang tepat dengan banyak membaca, menulis dan latihan. Percayalah, bahwa Allah akan memberikan pertolongan bagi siapa saj yang berusaha untuk mengubah nasibnya menjad lebih baik. Yakinlah bahwa setiap usaha sekecil apapun adalah anak tangga untuk sampai ke puncak sukses Anda.
Salam sukses dari Surabaya untuk Anda semua.
Bahan bacaan



19.26
Unknown
Posted in: 


