Selasa, 01 November 2011

Malaysia Ingin 32 Unit Panser Pindad


    Malaysia berniat membeli 32 unit panser pengangkut pasukan (Armoured Personnel Carrier-APC) Anoa 6x6.


Direktur Pengembangan PT Pindad Tri Haryono, dalam pertemuan dengan Kementerian Pertahanan di Bandung, Selasa (1/11/2011), menjelaskan, satu unit Anoa dijual dengan harga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar).
"Kita mengalahkan produk Korea Selatan dan Perancis. Sekarang sedang tahap akhir dan mudah-mudahan semua lancar," kata Tri.
Anoa sudah menjalani pelbagai uji teknis di Malaysia. Produk tersebut dikembangkan PT Pindad sejak tahun 2004.(KOMPAS.COM)

Freeport Bersedia Renegosiasi Kontrak Karya


        Direkrut Eksekutif PT Freeport Indonesia Sinta Sirait menyatakan, pihaknya akan terbuka jika pemerintah ingin melakukan renegosiasi kontrak karya PT Freeport dengan Indonesia. Menurut Sinta, dalam persoalan renegosiasi tersebut, memang harus dibicarakan terlebih dahulu oleh kedua belah pihak agar inti permasalahan dapat diketahui dan diselesaikan secara baik.
"Perusahaan akan tetap terbuka untuk membicarakan persoalan kontrak karya ini," ujar Sinta kepada wartawan sesusai melakukan konferensi pers di Gedung Plaza 89, Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Sesuai kontrak karya yang berlaku sejak Desember 1991, kontribusi PT Freeport Indonesia kepada pemerintah lebih dari 12 miliar Dolar AS. Dalam kontrak itu terdapat klausul yang menyatakan, bahwa kontrak bisa diperpanjang dua kali 10 tahun jika PT Freeport Indonesia menginginkan adanya renegosiasi kontrak yang akan berakhir pada 2021 tersebut.
       Ihwal kesediaannya melakukan renegosiasi tersebut, yang artinya Freeport mengakui harus memberikan royalti lebih kepada pemerintah Indonesia, Sinta enggan mengatakan apa pun.
"Terpenting kita harus duduk bersama dulu, nanti itu dibicarakan," kata Sinta.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik di Jakarta, Senin (31/10/2011), menyatakan, pemerintah juga saat ini siap melakukan renegosiasi dengan beberapa perusahaan asal Amerika Serikat, termasuk Freeport. Menurut Jero, langkah itu sudah harus dilakukan karena usia kontrak karya saat ini sudah sangat tua
        Jero menuturkan, dalam kontrak tersebut nantinya akan direnegosiasikan beberapa proyek pemerintahan di Papua. Menurutnya, dengan melihat kondisi ekonomi saat ini, beberapa perusahaan asing tersebut sudah harus memberikan keuntungan yang lebih bagi Indonesia.
"Nanti akan kita perbaiki, karena porsi untuk rakyat seharusnya memang ditambah," kata Jero.
Seperti diketahui, PT Freeport saat ini hanya memberi royalti bagi pemerintah senilai 1 persen untuk emas dan 1,5-3,5 persen untuk tembaga. Royalti tersebut dinilai jauh lebih rendah dari negara lain yang biasanya memberlakukan 6 persen untuk tembaga dan 5 persen untuk emas dan perak.
Besaran royalti dari Freeport itu juga lebih rendah dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terhadap setiap badan usaha.(KOMPAS.COM)

Siswa SMP di Bandung Ciptakan Anti-Virus Ampuh

      Siswa kelas dua SMP 48 di Bandung, Arrival Dwi Sentosa, berhasil menciptakan salah satu program anti-virus terbaik di Indonesia. Lebih dari sejuta orang di dalam dan luar negeri telah mengunduh program anti-virus karangannya, Artav.

VOA
Foto: VOA
        Arrival Dwi Santosa (duduk, kedua dari kanan) berbincang-bincang dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (duduk, pertama dari kiri).
        Bermula dari kekesalan karena virus kerap menyerang komputernya, Arrival Dwi Sentosa, berinisiatif menciptakan program anti-virus sejak awal 2009 lalu. Anti-virus tersebut ia buat dengan belajar secara otodidak dari berbagai sumber buku untuk pemula. Arrival yang sama sekali tidak memiliki latar belakang khusus di bidang teknologi informatika ini kemudian menamakan anti-virus ciptaannya dengan nama unik, "Nyit-Nyit." Tapi, seiring dengan banyaknya pengunduh yang berasal dari dalam dan luar negeri. Arrival kemudian mengganti nama antivirus ciptaannya dengan nama Artav, singkatan dari Arrival dan Taufik. Taufik adalah nama sang kakak yang turut membantu dalam hal desain anti-virus tersebut.
         “(Programnya) saya buat dalam waktu sekitar satu tahun. Jadi, saya pribadi dulu (yang pakai) waktu itu, lalu saya kasih ke teman. Teman saya bilang bagus, lalu saya publikasikan ke internet”.
Hingga kini, sudah lebih dari 1,3 juta orang dari dalam dan luar negeri mengunduh anti-virus Artav. Beberapa negara yang sudah mengunduh anti-virus ini di antaranya Malaysia, India, Perancis, Jerman dan AS. Anti-virus lokal terbaik ketiga di Indonesia ini mampu melumpuhkan sekitar 1.031 jenis virus lokal dan internasional yang sering menyerang komputer.
        Berkat prestasinya ini, Arrival diundang oleh civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyampaikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa, dosen dan pakar telematika Indonesia. Anti-virus Artav ciptaan Arrival diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia oleh para pakar telematika yang hadir dalam kuliah umum ini. Pakar telematika Indonesia yang juga anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo, menyebut pola pikir Arrival sudah melebihi anak-anak seusianya. Arrval tidak hanya sekadar menjadi pengguna, tapi juga berpikir untuk menciptakan sesuatu.
“Kalau lihat alasan dia membuat antivirus (adalah) gara-gara dulu pernah terkena virus. Biasanya kalau kena virus kita bikin virus lagi buat mengalahkan. Tetapi ini tidak, Arrival justru membuat anti-nya," puji Roy Suryo

           Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga Ketua Ikatan Alumni ITB, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi inovator cilik ini. Menurut Hatta, pemerintah harus mendorong, memotivasi dan mengembangkan kreativitas anak-anak Indonesia yang berpotensi turut berperan dalam industri kreatif di masa depan.
          Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan membantu proses hak paten anti-virus Artav ke Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain itu, ITB juga akan menganugerahkan beasiswa bagi Arrival untuk kuliah di ITB kelak.

JIka ingin mencoba, anda dapat mengunduhnya dengan mengklik disini

Juara Robot, Mahasiswa UGM & ITB Dapat Beasiswa



Robot Buatan ITB (inet)
Jakarta - Indonesia kembali menoreh tinta emas di kontes robot internasional. Sebagai penghargaan, delapan mahasiswa pembuat robot asal UGM dan ITB berhak mendapat beasiswa penuh untuk meneruskan studinya.

 
Design by Alim Yuandia | Bloggerized by Indonesia Negriku | Alim Yuandia
Kode Follower supported by Tutorial Blog
^ Scroll to Top